Februari 10, 2017

Profil

PROFIL KOMUNITAS PEDULI NEGERIKU

(KOPER)

  1. Latar Belakang

Tidak sedikit peristiwa mengenaskan terjadi di negeri kita, Indonesia. Ironi menurut kami bila ada anak bangsa yang tersungkur kelaparan di depan rumah makan, terbaring sakit di atas kerdus depan rumah sakit, terpaksa asongan di depan sekolah karena tak mampu bayar tagihan; buta huruf, miskin, penyakitan, dan berbagai kesenjangan lainnya merupakan realitas begitu menyayat di bumi yang kaya sumber daya.

Seharusnya, semua kita (minimal) bertanya, kapankah semua hal mengerikan itu berakhir? Seharusnya pula jika kita bertanya, maka kita mulai untuk berbuat. langkah kongkritnya hanya satu, mari mulai dari diri kita sendiri. Benarlah ada gium masyhur “kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi?”.

Kita tidak perlu menunggu lama untuk berbuat kebaikan dan kita tidak perlu menunggu lama untuk membantu sesama. Karena, sekarang kita dapat melakukannya. Titik masalahnya kita hanya satu, “KEMAUAN”; yaitu kita “mau atau tidak.”

Kami sangat yakin setiap orang dianugerahi Tuhan suatu keistimewaan yang dapat ia bagi untuk meringankan beban saudaranya. Karena itu, mari mulai bertanya, “apa yang bisa saya lakukan?”

Sebenarnya, tidak ada alasan untuk tidak berbagi. Bahkan, bukankah senyuman pun termasuk bagian yang kebanyakan kita miliki, namun sedikit yang ingin berbagi? Kawan, dalam berbagai hal, mungkin kita merasa bahwa sesuatu yang kita miliki sangat kecil, tapi siapa tahu, bahwa hal tersebut sangat berarti bagi orang lain (yang membutuhkan). Analoginya seperti ini, kita yang tinggal di dekat sumur, air satu gelas barangkali tidak berarti banyak, akan tetapi air tersebut bagi seorang musafir padang pasir tentulah sangat berarti. Begitulah kehidupan ini, sangat banyak sesuatu yang kita anggap kecil, namun berarti besar bagi yang membutuhkan.

Oleh karena itu, pada tanggal 21 Maret 2014, seorang putra bangsa asal Sulawesi Tenggara, Harkaman, mendirikan sebuah perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang ingin berbagi terhadap sesama. Perkumpulan tersebut diberi nama Komunitas Peduli Negeriku (KOPER), adalah sebuah perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, khususnya dalam bidang pendidikan dan lingkungan.

 

  1. Filosofi Nama & Makna Lambang

 

  1. Filosofi Nama

Komunitas Peduli Negeriku terdiri dari tiga kata, yaitu “Komunitas”, “Peduli” dan “Negeriku”. Term komunitas pada organisasi ini adalah simbol kelompok, term peduli adalah basis gerakan dan term negeriku adalah objek gerakan, dan alasan lain mengapa menggunakan term negeriku, karena hal itu menunjukan suatu kebanggaan memiliki Indonesia.

  1. Makna Lambang

  1. Simbol Tangan dalam keadaan bergandengan tangan bermakna “asas komunitas ini adalah pesatuan” dan tangan-tangan tersebut beragam warna ini bararti keragaman bangsa Indonesia, serta keragaman anggota komunitas. Lima jumlah tangan melambangkan Pancasila. Adapun maksud bergandengan tangan adalah sikap kepedulian harus diwujudkan secara saksama.
  2. Simbol bayangan tangan memiliki makna bahwa ada tangan-tangan yang tidak nampak yang turut memberikan kontribusinya. Hal itu juga menandakan keyakinan komunitas peduli negeriku bahwa ia tidak sendiri dalam melakukan usahanya.
  3. Jari tangan berjumlah enam, ini melambangkan suatu kekuatan yang luar biasa yang lahir dari persatuan.
  4. Di tengah-tengah logo terdapat peta Indonesia yang berarti komunitas ini menunjukkan pengabdiannya ke pada bangsa Indonesia dan dipilih warna hijau yang berarti menghidupkan, mendamaikan dan mensejahterahkan.
  5. Latar belakang lambang komunitas peduli negeriku berwarna putih yang melambangkan kesucian dan keikhlasan anggota komunitas peduli negeriku.